Film Arisan Brondong merupakan cerminan dari masyarakat kota-kota besar dalam berbisnis esek-esek. Dengan dirilisnya film yang dibintangi oleh Bella Saphira tersebut, bukan tidak mungkin jaringan gigolo atau PSK laki-laki ini malah makin berkembang lantaran belajar dari film tersebut. Dari data yang diperoleh, banyak juga malah yang telah menggeluti bisnis ini sejak SMP.
Walau memang pekerjaan ini tercipta lantaran masalah ekonomi, tetap saja banyak yang berminat lantaran iming-iming kekayaan yang melimpah dengan cepat. Cara gigolo memasang jerat bermacam-macam, mulai dari kafe-kafe di mall, mereka menggunakan kode tertentu yang hanya bisa dibaca oleh klien sang gigolo, seperti menaruh korek dengan posisi berdiri diatas bungkus rokok sambil sedikit dimainkan.
Dengan kemajuan teknologi, para gigolo tidak selalu terjun langsung, namun situs jejaring sosial pun dimanfaatkan untuk mendapatkan klien. Setelah mendapat konsumen, biasanya mereka langsung kopi darat dan bertemu di cafe atau hotel yang ditujukan untuk melakukan penawaran, dan transaksi akan ditutup dengan berhubungan seks di tempat yang telah disepakati.
Selain brondong, gigolo, ada pula nama lain dari PSK jenis ini, yaitu kuching. Namun yang mengejutkan, selain melayani tante girang, bisnis gigolo ini pun menyediakan servis untuk om laki-laki senang. Kenyataan yang diungkapkan dalam film komedi Arisan Brondong ternyata dibenarkan oleh para gigolo yang mengaku pernah terlibat dalam arisan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar